River Safari Cruis

Bekantan are native to the wetland forest. They are living among trees. So while on river safari cruise.

Summer course Program

Proboscis monkey conservation in Bekantan Research Station Curiak Island South Kalimantan

Donation for Bekantan Conservation

WA 0812 5826 2218 (SBI Official) | Paypal ID Saveproboscismonkey| BNI ACC 0339933396

Observation

Observation Proboscis Monkey Habitat in Curiak Island South Kalimantan

Endangered Species

Support and Help Amalia Rezeki and Her SBI Foundation For Bekantan Conservation in South Kalimantan - Indonesia

Selasa, 10 Januari 2017

Bekantan yang Stres dan Terluka di Tembok Bahalang Dibedah Dokter Hewan

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Upaya pengobatan dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap bekantan yang stres dan terluka akibat diberondong peluru senapan angin oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Adalah Bahbinkamtimas Brigadir Riri Herlianto, bersama Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan, Muhammad Yani yang mencari pertolongan.

Setelah mengevakuasi bekantan dari kerumunan warga yang membuat hewan maskot Kalsel tersebut stres dan menjemputnya menggunakan mobil milik BPLH, bekantan di bawa ke RS Damanhuri Barabai dengan tujuan mengeluarkan peluru dari tubuhnya.

Namun, oleh dokter di rumah sakit tersebut ditolak, karena bukan kompetensi mereka membedah hewan. Riri dan Yani sempat kebingungan melakukan penanganan, hingga akhirnya mendapat informasi ada satu satunya dokter hewan di HST.

Bekantan akhirnya dibawa ke rumah dokter hewan Imam Hudari untuk dibedah. Hingga malam ini, bekantan tersebut masih menunggu proses pembedahan untuk mengeluarkan peluru senapan angin di tubuhnya. (*)

Sumber : http://banjarmasin.tribunnews.com/2017/01/02/bekantan-yang-stres-dan-terluka-di-tembok-bahalang-dibedah-dokter-hewan

Warga Tembok Bahalang Temukan Bekantan Terluka Tembak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Bekantan tersesat kembali ditemukan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kali ini di Desa Tembok Bahalang, Kecamatan Batangalai Selatan, tepatnya di sawah belakang rumah warga, Senin (2/1/2017)

Sahminan, warga setempat menuturkan, hewan langka berhidung tersebut ditemukan warga dalam kondisi sudah terluka akibat tembakan.

"Karena kesulitan menangkap,kami terpaksa menembaknya dengan senapan angin, dengan tujuan untuk menyelamatkannya dari tembakan-tembakan pihak lain. Jadi tujuankami mengkap untuk menyelamatkannya, dan menyerahkan ke pihak berwenang dalam melindungi binatang ini," kata Sahminal, mewakili warga setempat.

Dijelaskan, penangkapan dilakukan pukul 14.00 wita, dan setelah ditangkap diikat, lalu diletakkan di bawah pohon kersen.

Bekantan itu pun menjadi tontonan warga. Banyak yang mendekat untuk berfoto, sehingga bekantan terlihat stres. Empat luka tembak di kaki dan tangannya terlihat terluka (*)

Sumber :http://banjarmasin.tribunnews.com/2017/01/02/breaking-news-warga-tembok-bahalang-temukan-bekantan-terluka-tembak

Sabtu, 24 Desember 2016

20 Times Evacuated Bekantan

Banjarmasin, South Kalimantan (Antaranews Kalimantan) - Environmentalist organization Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) had about 20 times evacuated proboscis during 2015 and up to April 2016.
"Some 12 bekantan (proboscis) have been released, seven are being treated, but the other three could not be saved due to serious burns," said SBI Chairman Amalia Rezeki in Banjarmasin on Wednesday.
She said the seven proboscis monkeys still in treatment, including two proboscis newly taken from the village of Sungai Kali, Barito Kuala (Batola), after previously rescued by SBI and South Kalimantan Natural Resources Conservation Agency (BKSDA).

SBI hopes a mother and a baby proboscis in treatment to be immediately released considering bekantan better adapt and undergo stress recovery process in nature, because medically no serious injuries found.

As is known, proboscis monkeys are protected animals under the Wild Animals Protection Ordinance 1931 No. 134 and No. 266 in conjunction with Law No. 5 of 1990.

Based on international conservation organizations, proboscis are included in the IUCN red list. Proboscis categorized under threat, because these wildlife populations are on the verge of extinction.
They sustainability increasingly threatened by the increasing proliferation of land use changes and habitat made narrower.

The condition is exacerbated by poaching and illegal wildlife trade. That led to the long-nosed monkey population dwindling, added Amalia who also known as a young lecturer at the University of Lambung Mangkurat.

According to Amalia based on study in 1987, the population of proboscis in Kalimantan island reached 250,000 and 25,000 of which were in protected areas (MacKinnon, 1978).

The population was then dropped sharply in 1995 to about 114,000 head and left only 7,500 in the conservation area (Bismark, 1995). This means that within the last ten years the population of proboscis monkeys in Kalimantan was reduced by about 50 percent.

Meanwhile, in South Kalimantan a research conducted by BKSDA in 2013 found bekantan amounted to only about 3,600 to five thousand.

With the rise of land use, trade in wildlife and forest fires, their population is expected declines very drastic.

Pewarta: Hasan Zainuddin
edited by mahdani

Sabtu, 08 Oktober 2016

DONATION PROGRAM

Sahabat Bekantan Program is a program of Sahabat Bekantan Indonesia Foundation to raise funds from society to increase awareness of protection and conservation of proboscis monkey. As we know, proboscis monkey is the endemic animal that is protected by the government, because proboscis monkey is listed by IUCN as endangered species and categorized by CITES as Apendix 1. Every year the proboscis monkey population decrease due the habitat loss, forest fire and illegal trade.

Everybody can join us, just for IDR 100.000 per month of donation. Every donation will used for proboscis monkey conservation activities in short and longterm, such as rescue, patrol area, education about proboscis monkey conservation and restoration of their habitat.

Every donors that has joined us will get a merchandise and bekantan news bulletin every 2 months, and an appreciation certificate of proboscis monkey conservation.
Donation transfer through Bank account of BNI - 0339933396 - Sahabat Bekantan Indonesia

PROGRAM INTERNSHIP - Mahasiswi TU Dresden Jerman Ikuti Internship Di SBI

Sahabat Bekantan Indonesia - Pusat Studi & Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia - Universitas Lambung Mangkurat Bangun Kemitraan Dengan TU Dresden University Germany.



Dalam rangka penelitian pengembangan ekosistem lahan basah, untuk konservasi bekantan (Nasalis larvatus) yg merupakan primata endemik Kalimantan dan juga ikon provinsi Kalimantan Selatan yang saat ini keberadaannya terancam punah oleh kerusakan hutan, terutama hutan lahan basahnya yang menjadi habitat utama bekantan.
Baru- baru ini Pusat Studi & Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia - Universitas Lambung Mangkurat ( ULM ) melalui Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) bangun kemitraan dengan TU Dresden University Germany. Melalui program internship, TU Dresden University mengirimkan mahasiswinya untuk magang, sekaligus meneliti bekanta di Pusat Penyelamatan Bekantan di bawah naungan Pusat Studi &
Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia melalui Sahabat Bekantan Indonesia yang merupakan binaan Universitas Lambung Mangkurat, sejak 5 - 30 September 2016.

" Kemitraan yang kami bangun dengan TU Dresden University - Germany, terutama program internship ini juga merupakan bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi, baik dibidang Pendidikan, Penelitian maupun Pengabdian Masyarakat. Saat ini kami menerima mahasiswi TU Dresden University yang melakukan magang, dan menjadi asisten dosen di Laboratorium Biologi ULM serta Laboratorium Riset Bekantan di Pusat Penyelamatan Bekantan ", kata Amalia Rezeki, S.Pd., M.Pd., Ketua Pusat Studi & Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia, yang juga dosen Fakultas Pendidikan Biologi Universitas Lambung Mangkurat.

Mary Ann Bellinda Davenport - mahasiswi cantik dari fakultas biologi TU Dresden University ini selama satu bulan berada di Universitas Lambung Mangkurat dan  Pusat Penyelamatan Bekantan. Di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. H. M. Arief Soendjoto, M.Sc., selaku penasehat Pusat Studi dan Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia yang juga Guru Besar dari Universitas Lambung Mangkurat, serta  Prof.Dr.Klaus Reinhardt - Guru besar fakultas biologi TU Dresden University - Germany. Pada kesempatan ini Mary juga melakukan penelitian tentang bekantan dengan judul " A Comparison of Daily Activity of Proboscis Monkeys in Conservation Area Bakut Island and in Sahabat Bekantan Indonesia Rehabilitation Center ". 

Sementara itu Rektor Universitas Lambung Mangkurat Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Si.,M.Sc,sangat menyambut baik atas kemitraan yang dibangun selama ini oleh Pusat Studi & Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia dengan pihak perguruan tinggi di luar negeri, seperti dengan TU Dresden University, yang merupakan salah satu perguruan tinggi terkemuka di Jerman melalui program internship ini, sesuai dengan program Tridharma Perguruan Tinggi  Universitas Lambung Mangkurat. Harapan kedepan ini bisa lebih ditingkatkan lagi, sekaligus dapat dijadikan salah satu kredit poin dalam peningkatan akreditasi ULM kita yang sedang berlangsung.

Sejak didirikan tahun 2013 lalu Pusat Studi & Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia melalui Program Pengembangan Ekosistem Lahan Basah dalam Rangka konservasi Bekantan di Kalimantan Selatan telah menerima lebih kurang 50 orang asing dari berbagai perguruan tinggi di luar negeri melalui program internship maupun volunteer. Pada umumnya mereka dari Australia, Kanada, Inggris, Amerika, Perancis dan Jerman