Rabu, 26 Maret 2014

Sahabat Bekantan Indonesia

Bekantan (Nasalis larvatus) merupakan satwa endemik pulau Kalimantan yang telah ditetapkan sebagai fauna maskot provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan SK Gubernur Kalsel No. 29 Tahun 1990 tanggal 16 Januari 1990. Sayangnya keberadaan "Si Pemalu" ini kini semakin terancam akibat menyusutnya habitat, perburuan serta perdagangan satwa. Status konservasi Bekantan (Nasalis larvatus) oleh IUCN Redlist sejak tahun 2000 dimasukkan dalam status konservasi kategori Endangered (Terancam Kepunahan) setelah sebelumnya masuk kategori “Rentan” (Vulnerable; VU). Bekantan juga terdaftar pada CITES sebagai Apendix I  atau tidak boleh diperdagangkan secara internasional.
Sahabat bekantan
Sahabat Bekantan (Brosur1)

Duta bekantan
Sahabat bekantan (Brosur2)

Keprihatinan ini mendorong Pusat Studi & Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia (Biodiversitas Indonesia) untuk mendirikan Komunitas Sahabat Bekantan Indonesia (SBI). Komunitas ini dibentuk dalam rangka membantu pemerintah dalam upaya perlindungan Bekantan di Kalimantan Selatan. Guna menjalankan misi menyelamatkan fauna maskot provinsi Kalimantan selatan ini, Sahabat Bekantan menunjuk Ambar Pertiwi sebagai Duta Bekantan. 

Duta Bekantan sendiri dikukuhkan oleh Prof. Dr. Ir. H. M. Arief Soenjoto M. Sc, penasehat Pusat Studi dan Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia pada 16-17 November 2013 di saksikan oleh Kementrian Negara Lingkungan Hidup, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan serta pejabat pemerintah. 

Agar Misi “Save Our Mascot“  bisa terealisasi Sahabat Bekantan menggalakan upaya sosialisasi, perlindungan habitat serta pengehentian perburuan Bekantan. Sedangkan kegiatan konservasinya sendiri di pusatkan di Pulau Bakut – Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Seminar Lingkungan serta observasi Bekantan adalah kegiatan rutin yang di laksanakan Sahabat Bekantan khususnya di akhir pekan. Misi menyelamatkan Bekantan dari ancaman kepunahan memang bukanlah pekerjaan mudah. Selain dengan menjalin kemitraan, dukungan para relawan sangat diharapkan untuk membantu terwujudnya misi "Selamatkan Maskot Kita". 



0 komentar:

Posting Komentar