River Safari Cruis

Bekantan are native to the wetland forest. They are living among trees. So while on river safari cruise.

Summer course Program

Proboscis monkey conservation in Bekantan Research Station Curiak Island South Kalimantan

Donation for Bekantan Conservation

WA 0812 5826 2218 (SBI Official) | Paypal ID Saveproboscismonkey| BNI ACC 0339933396

Observation

Observation Proboscis Monkey Habitat in Curiak Island South Kalimantan

Endangered Species

Support and Help Amalia Rezeki and Her SBI Foundation For Bekantan Conservation in South Kalimantan - Indonesia

Tampilkan postingan dengan label Kemitraan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kemitraan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 April 2020

BKSDA Kalsel Lepasliarkan Maskot Kalimantan Selatan Bersama Sahabat Bekantan Indonesia

Banjarbaru, 14 April 2020 – Pagi hari, proses lepasliar empat individu bekantan di Suaka Margasatwa Pulau Kaget berhasil dilaksanakan. SM Pulau Kaget merupakan salah satu kawasan konservasi bertipe ekosistem mangrove yang menjadi site monitoring bekantan dari empat kawasan konservasi di Kalsel sejak Tahun 2015. Kegiatan realese berjalan dengan baik hasil kerjasama tim Balai KSDA Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) dengan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI). Turut serta pula Bapak Zulfa Asma Zikra Anggota DPRD Kalsel yang peduli terhadap lingkungan hidup dan Polairud Banjarmasin mendampingi dalam pelepasliaran.
Amalia rezeki

Keempat bekantan tersebut merupakan satwa yang diselamatkan dari luar kawasan konservasi akibat konflik satwa maupun dampak kebakaran hutan dan lahan. Sebelum dilakukan lepasliar, satwa yang diberi nama Marry (2 th), Dara (5 th), Julia (10 th), dan Wandi (7 th) tersebut telah melalui proses penyelamatan (rescue), perawatan di SBI, pemeriksaan kesehatan, serta telah dinyatakan tidak mempunyai gejala penyakit tertentu dan masih memiliki perilaku liar (aktif, lincah, agresif).

“SM Pulau Kaget yang masih memiliki ketersediaan pakan cukup memadai dan kepadatan bekantan yang masih cukup rendah merupakan alasan kami memilih lokasi ini” ujar Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M,Sc. Kepala Balai KSDA Kalsel. “Upaya ini juga sebagai tindak lanjut atas dampak covid-19 terhadap rehabilitasi bekantan di kandang rehabilitasi SBI terkait persediaan pakan dan obat-obatan yang semakin susah”, tambah Mahrus.

Julia dan Wandi merupakan korban konflik dengan warga karena dianggap hama dan merusak tanaman perkebunan mereka. Sementara Dara merupakan korban kecelakaan akibat kebakaran lahan, dan Marry merupakan bekantan yang diselamatkan warga akibat hanyut di sungai dengan kondisi yang cukup lemah. “Kami telah merehabilitasi 4 ekor bekantan tersebut kurang lebih 4-5 tahun, mulai dari kondisi yang cukup parah hingga saat ini sehat pulih kembali untuk dilepasliarkan ke habitat alaminya, tentu sesuai pertimbangan medis dan juga sesuai arahan BKSDA Kalsel. Di tengah keterbatasan pandemi corona ini, kita berharap semangat konservasi terus terbangun untuk menyelamatkan maskot kebanggaan banua. Semoga setiap tahun juga semakin berkurang kasus konflik antara bekantan dan manusia akibat alih fungsi lahan, kebakaran hutan, ataupun perburuan liar.” Jelas Amalia Rezeki, Ketua Sahabat Bekantan Indonesia.

Mahrus kembali menyampaikan bahwa edukasi memang masih perlu terus dilakukan khususnya terhadap warga yang hidup berdampingan dengan habitat bekantan untuk tidak menganggap mereka hama dan tidak semakin mempersempit ruang gerak mereka. “Alih fungsi hutan sejauh ini merupakan ancaman terbesar bagi bekantan di Wilayah Kalimantan Selatan. Hilangnya hutan membuat tidak ada lagi cukup ruang bagi bekantan untuk bertahan hidup”, jelasnya. Semoga dengan sinergi multi pihak, kejadian konflik bekantan dengan manusia, maupun kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalisir dan kelestarian bekantan di Kalimantan Selatan terus terjaga. (ryn).

Senin, 25 November 2019

SBI dan BKSDA Kalsel Tanda Tangani Kerjasama Dibidang Konservasi dan Riset Bekantan

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARBARU - Bertempat di kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA) Kalimantan Selatan, digelar agenda Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Kemitraan Konservasi antara BKSDA Kalsel dengan Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI).
Sahabat Bekantan dan BKSDA
Dr Ir H Mahrus Aryadi, MSc dan Amalia Rezeki Saat Melakukan Penandatanganan Kerjasama

Acara penandatanganan dilakukan oleh Dr Ir H Mahrus Aryadi, MSc selaku Kepala BKSDA Kalsel dengan Amalia Rezeki, SPd, MPd sebagai ketua SBI, dengan dihadiri oleh unsur pimpinan kedua belah pihak berserta para undangan, kemarin.

Penandatanganan perjanjian kerjasama dengan SBI ini menurut Dr Ir H Mahrus Aryadi, MSc merupakan kelanjutan dari kemiteraan konservasi dengan SBI yang sudah terbangun sejak tahun 2015 lalu dan dilakukan peningkatan lagi dibidang penelitian dan pengembangan.

“Kami sangat mengapresiasi SBI yang selama ini membangun komitmen bersama dalam implementasi kemitraan konservasi melalui kegiatan pelestarian bekantan dan pemulihan ekosistem habitat bekantan di Kalsel ", jelas Mahrus.



Kerjasama yang akan berlangsung selama 5 tahun ini meliputi kawasan konservasi habitat bekantan di Kalsel. Teknis kegiatan disusun dalam Rencana Pelaksanaan Program (RPP) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT).


"Semoga dalam ruang lingkup kerjasama yang disepakati memberikan dampak positif bagi bagi upaya pelestarian bekantan di Kalsel, dan menumbuhkan kepedulian serta partisipasi semua pemangku kepentingan untuk turut berkontribusi dalam pelestarian bekantan," katanya.


Sementara itu Amalia Rezeki ketua SBI menyampaikan bentuk kerjasama antara SBI dan BKSDA Kalsel merupakan sinergisitas positif yang terbangun antara masyarakat dan pemerintah.



"Kami berterimakasih selama ini selalu dibina dalam setiap kegiatan terkait konservasi baik satwa liar maupun pemulihan habitat", kata Amalia Rezeki peraih penghargaan dibidang lingkungan ASEAN Youth Eco Champion Award 2019 di Cambodia, Selasa (19/11/2019).


Saat ini SBI bangun kawasan Stasiun Riset Bekantan dan Ekosistem Lahan Basah di Pulau Curiak, Kabupaten Barito Kuala,_Kalsel. Untuk itu dalam klausal perjanjian kerjasama ini tidak hanya dibidang konservasi bekantan dan pemulihan habitat, tapi juga dibidang riset


Penulis: Syaiful Anwar

Senin, 01 Juli 2019

Ketua Sahabat Bekantan Amel Beri Kuliah Umum di New Castle University Building Australia

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Ada kebahagian tersendiri buat Ketua Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) Kalsel, Amelia Rezeki memberi kuliah umum, di New Castle University Building di Hunter Street and Auckland, St.Newcastle, Australia.
Ketua SBI berikan kuliah umum di Australia
Amalia Rezeki - Beri kuliah umum di University of Newcastle Australia
"Saya memberi kuliah umum dari pukul 5.30 - 07.00, diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara, dengan mengusung tema selamatkan bekantan - selamatkan peradaban manusia," kata dosen Biologi FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin iji saat dihubungi di Australia, Rabu (19/6/2019) malam.

Dijelaskan Amel, panggilan akrabnya, antusias masyarakat Australia sangat tinggi dan mereka sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia dalam menyelamatkan Bekantan dari kepunahan.

"Saya sangat terharu dengan mereka yang jauh sekali jaraknya dengan Indonesia, dan mengapresiasi mereka yg hadir di kuliah umum, karena mereka datang dr berbagai negara, baik Asia, Eropa maupun Australia sendiri," kata peraih penghargaan nasional She Can Award 2015

Namun, lanjut dia, sangat peduli terhadap Bekantan. "Saya harap ini menjadi spirit bersama juga bagi orang Indonesia khususnya masy Kalsel untuk saling meningkatkan kepedulian terhadap maskotnya," pungkasnya.

Amel pun mengucapkan terima kasih, keberangkatanya ke Australia didukung penuh oleh Universitas Lambung Mangkurat.

https://banjarmasin.tribunnews.com/2019/06/19/ketua-sahabat-bekantan-amel-beri-kuliah-umum-di-new-castle-university-building-australia.
Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Elpianur Achmad


Rabu, 07 Maret 2018

Kunjungan dan monitoring Kepala BKSDA Kalsel Ke Pusat Rehabilitasi Bekantan

Kunjungan Kepala BKSDA Kalsel dalam rangka monitoring dan silaturahmi dengan jajaran pengurus di basecamp Sahabat Bekantan Indonesia.




Minggu, 27 Desember 2015

Launching Donasi Poin Telkomsel Sahabat Bekantan

Dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak untuk sosialisasi dan upaya konservasi Bekantan mulai berdatangan. Ini semua tentunya tidak lepas dari peran serta Sahabat Bekantan Indonesia, relawan dan masyarakat yang terus menggaungkannya.

Cara Donasi Poin Telkomsel Save Bekantan

Salah satu bentuk dukungan tersebut datang dari Telkomsel, salah satu provider dengan branding yang cukup memiliki nama di dunia telekomunikasi khususnya telepon seluler di Indonesia. Sebagai bentuk kontribusinya, Telkomsel bekerjasama dengan Sahabt Bekantan Indonesia dengan memfasilitasi donasi berupa penukaran poin telkomsel para pengguna operator tersebut. Setiap 10 poin telkomsel yang di donasikan berarti para pengguna operator tersebut telah menyumbangkan Rp 1.250,- untuk pelestarian Bekantan.
Sesi Games : Pengunjung yang menyumbangkan poinnya  mendapatkan
Marchendise Boneka Bekantan dari Sahabat Bekantan Indonesia

Penyumbang Poin Telkomsel untuk Konservasi Bekantan
Mendapatkan Kaos dari Sahabat Bekantan Indonesia
Launching donasi Telkomsel Poin untuk Bekantan ini sendiri di gelar pada hari Minggu, 20 Desember 2015 pukul14.40 Wita di Duta Mall  Banjarmasin Kalimantan Selatan. Acara ini sendiri cukup mendapat perhatian dari para masyarakat terbukti dengan antusiasnya pengunjung mall menyumbangkan poinnya dalam sesi games pada kegiatan tersebut.

Program donasi poin telkomsel untuk Bekantan ini sendiri masih akan terus dibuka hingga Januari 2016. Bagi anda pengguna provider Telkomsel bisa turut berpartisipasi dengan menyumbangkan poin (minimal 10 poin) untuk kelestarian Bekantan dengan cara Ketik BEKANTAN dan kirim sms ke 777.




Minggu, 28 Juni 2015

Polresta Banjarmasin Berikan Bantuan Kelotok Untuk SBI

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Polresta Banjarmasin memberikan bantuan saran transportasi sungai kepada komunitas Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) Kalsel dalam rangka memperingati HUT ke-69 Bhayangkara.

"Ada satu kapal klotok dan tiga perahu sampan yang kami berikan kepada SBI Kalsel untuk sarana mereka dalam memantau habitat bekantan di pulau pinggiran sungai," ucap Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Drs Wahyono MH di Banjarmasin, Senin.

Ia mengatakan penyerahan secara simbolis empat sarana transportasi sungai itu dilakukan pada Minggu (14/6) pagi sekitar pukul 11.00 WITA di sela acara bhakti sosial sunatan masal dan donor darah.

Penyerahan itu dilakukan langsung oleh Kapolresta Banjarmasin Kombe Pol Drs Wahyono MH dan diterima oleh perwakilan kelompok komunitas bekantan Banjarmasin.

"Yang jelas sarana sungai yang kami berikan ini untuk operasional mereka," tuturnya orang nomor satu di lingkungan Polresta Banjarmasin itu.

Terkait HUT ke-69 Bhayangkara itu, Polrestabes juga melakukan sunatan masal dan donor darah di halaman Polresta Banjarmasin diikuti peserta sekitar 125 anak yang rata-rata masih berstatus siswa Sekolah Dasar (SD).

Sedangkan untuk donor darah diikuti 200 orang dari unsur Polri dan masyarakat umum.

"Kami juga menyediakan jajanan rakyat dalam acara tersebut untuk para peserta yang ingin menikmati makanan dan semuanya kami sajikan secara gratis tidak ada pungutan biaya sedikitpun," tuturnya. 
Editor: Gunawan Wibisono
Sumber : http://www.antarakalsel.com/berita/27601/polresta-berikan-sarana-transportasi-sungai-ke-sbi

Senin, 06 April 2015

MoU Antara BKSDA Dengan SBI

Penandatanganan MoU 




MoU Antara Unlam Dengan SBI

Penandatanganan MoU antara Universitas Lambung Mangkurat yang diwakili oleh rektor Unlam Prof. DR. H. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc dan Sahabat Bekantan Indonesia yang (SBI) yang diwakili oleh Amalia Rezeki, S.Pd., M.Pd.