River Safari Cruis

Bekantan are native to the wetland forest. They are living among trees. So while on river safari cruise.

Summer course Program

Proboscis monkey conservation in Bekantan Research Station Curiak Island South Kalimantan

Donation for Bekantan Conservation

WA 0812 5826 2218 (SBI Official) | Paypal ID Saveproboscismonkey| BNI ACC 0339933396

Observation

Observation Proboscis Monkey Habitat in Curiak Island South Kalimantan

Endangered Species

Support and Help Amalia Rezeki and Her SBI Foundation For Bekantan Conservation in South Kalimantan - Indonesia

Senin, 29 Juni 2015

Novtamaputra Minta Maaf, Posting Foto Bekantan Hasil Buruan

Pengguna Jejaring Sosial  Instagram  mendadak ramai setelah pemilik akun Novtamaputra mengunggah foto dirinya bersama seekora Bekantan (Nasalis larvatus), sejenis primata endemik yang merupakan maskot Provinsi Kalimantan Selatan. Di fotonya tersebut Ia berpose bersama seekor Bekantan jantan dan diberi judul "hasil berburu".

Kecaman dan komentar bernada prihatin bermunculan tidak hanya di instagram tetapi juga facebook tidak sedikit pula dari mereka meminta Sahabat Bekantan Indonesia menelusuri kebenaran informasi ini dan berharap si pemilik akun di hukum.

Menyadari dirinya menjadi bulan-bulanan kecaman alias di "bully" di media sosial, pemilik akun facebook Novtama Putra Widhyadi ini langsung menyampaikan permohonan maaf dan mengklarifikasi foto yang di unggahnya. 

"Untuk semua orang saya mohon maaf karena telah mengupload foto ini. Ini bukan untuk mencari nama atau apa-apa, saya tidak bermaksud apa-apa, saya mau mengklarifikasi bahwa bukan saya yang berburu hewan ini. Ini adalah hasil buruan orang dikebun keluarga di kampung tepatnya di kabupaten Murung raya. Yang awalnya, buruan orang tersebut adalah babi, karena saya tahu hewan ini langka dan saya juga pertama kali melihat hewan ini secara langsung. Saya sangat minta maaf karena difoto ini saya tulis 'hasil berburu' tapi sebenarnya bukan saya yang berburu dan untuk sekedar diketahui saya tidak memakan daging ini, saya datang ke kampung karena saya pulang liburan, saya sangat meminta maaf sekali untuk seluruh pihak yang merasa dirugikan karena foto ini," tulis novtamaputra, dikutip dari akun instagram.

Kejadian ini hendaknya menjadi peringatan bagi anda pengguna sosial media untuk berpikir lebih "waras" dengan tidak mengunggah foto serupa. Saat tulisan ini dirilis, Novtama telah mengaktifkan privasi di akun instagramnya dan sepertinya telah menonaktifkan akun facebooknya. (mj)

Minggu, 28 Juni 2015

Populasi Bekantan Pulau Bakut Kembali Bertambah

Populasi Bekantan Di Pulau Bakut Bertambah
Marabahan, (Antaranews Kalsel) - Populasi bekantan (Nasalis Larvatus) di kawasan konservasi Pulau Bakut Kabupaten Barito Kuala kini bertambah dengan lahirnya tiga ekor bayi dan jadi kabar yang mnggembirakan mengingat keberadaan bekantan maskot kebanggaan provinsi Kalimantan Selatan ini sekarang terancam punah. 

Siaran tetulis Biodiversitas Indonesia dari Universitas Lambung Mangkurat melalui ketuannya Amalia Rezeki, S.Pd., M.Pd, diterima Antaranews Kalsel, Sabtu menyebutkan, pada awal Juni 2015, berdasarkan pengamatan tim peneliti Biodiversitas Indonesia-Universitas Lambung Mangkurat, telah lahir tiga ekor bayi bekantan di Pulau Bakut, kawasan konservasi yang berada di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. 

Menurut Amalia populasi bekantan di Pulau Bakut cukup menunjukkan tren peningkatan dan perkembangan yang menggembirakan. Peningkatan ini dilihat dari jumlah individu yang bertambah, dari kisaran 30 ekor pada tahun 2012 lalu meningkat menjadi sekitar 42 ekor di tahun 2015 termasuk bekantan yang dilepasliarkan oleh Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) bersama BKSDA Kalimantan Selatan termasuk tiga ekor individu betina dewasa yang sedang bunting tua.

"Hal ini merupakan kejutan yang menggembirakan bagi kita semua, karena bekantan yang selama ini dikategorikan terancam punah, memperlihatkan perkembangannya dengan melahirkan bayi-bayi yang lucu," kata Amalia Rezeki,  praktisi konservasi bekantan yang juga dosen di Pendidikan Biologi Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) ini.

Dijelaskan Amalia, dalam hal reproduksi, setiap kali kelahiran diperlukan kurun waktu kurang lebih setahun dan jumlah anaknya pun hanya 1 ekor. Perkembangbiakannya yang rendah ini dan perburuan oleh manusia membuat populasi bekantan ini terus menurun, ditambah lagi semakin parahnya alih fungsi lahan oleh manusia yang cenderung meingindahkan analisis dampak lingkungan.

Editor: Asmuni Kadri
Sumber : http://www.antarakalsel.com/berita/27758/populasi-bekantan-pulau-bakut-bertambah

Bekantan Hanyut, Di Duga Mau Di Perjualbelikan

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Binatang bekatan (Jenis Monyet) yang menjadi maskot Kota Banjarmasin hanyut di sungai Barito Kalimantan Selatan, diduga hasil kejahatan yang dilakukan sekelompok orang untuk tujuan diperjualbelikan.
Bekantan (Nasalis larvatus)

"Kami temukan bekantan itu di sungai berkat laporan masyarakat pesisir sungai dan kami datangi tempat kejadian ternyata benar dan langsung kami amankan," ucap Kasat Polair Polresta Banjarmasin AKP Untung Widodo di Banjarmasin, Senin.

Ia mengatakan pihak Satpolair menerima laporan dari warga pada Minggu (17/5) malam sekitar pukul 20.30 Wita dan langsung mendatangi tempat kejadin. Untuk bekantan berhasil diselamatkan dan diamankan sekitar pukul 22.00 Wita.

Saat diamankan binatang yang dikenal dengan sebutan monyet belanda itu sempat meloncat ke kapal tongkang yang sedang melintas diperairan tersebut.

Namun dengan kehati-hatian dan penuh kesabaran, monyet dengan hidung mancung kebawah itu akhirnya mau ikut dan nurut guna diajak ke Markas Satpolair Polresta Banjarmasin.

"Memang sedikit susah waktu menangkap monyet bekantan itu karena badan besar dan gesit tapi anggota berhasil membujuk dan bisa mengamankannya," tuturnya kepada Antara.

Untung terus mengatakan, ada dua kemungkinan bekantan ini hanyut di sungai yang pertama hasil tangkapan oknum yg tidak bertanggung jawab dan mau diperjualbelikan tapi Bekantan sempat kabur dan meloncat ke sungai.

Untuk kemungkinan yang kedua bekantan itu ikut naik ke tongkang saat tambat didekat hutan rawa lalu terbawa berlayar hingga sampai ke perairan dekat Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Bekantan sudah diamankan di Satpolair dan rencananya akan diserahkan ke Balai Karantina pada Selasa (19/5) pagi sekitar pukul 09.00 Wita. Untuk penyelidikan terkait temuan bekantan ini tetap dilakukan apa benar hanyut atau ada oknum yang tidak bertanggung jawab ingin memperjualbelikan. 

Editor: Ulul MaskuriahA
Sumber : http://kalsel.antaranews.com/berita/26949/bekantan-hanyut-di-sungai-diduga-hasil-kejahatan

Polresta Banjarmasin Berikan Bantuan Kelotok Untuk SBI

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Polresta Banjarmasin memberikan bantuan saran transportasi sungai kepada komunitas Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) Kalsel dalam rangka memperingati HUT ke-69 Bhayangkara.

"Ada satu kapal klotok dan tiga perahu sampan yang kami berikan kepada SBI Kalsel untuk sarana mereka dalam memantau habitat bekantan di pulau pinggiran sungai," ucap Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Drs Wahyono MH di Banjarmasin, Senin.

Ia mengatakan penyerahan secara simbolis empat sarana transportasi sungai itu dilakukan pada Minggu (14/6) pagi sekitar pukul 11.00 WITA di sela acara bhakti sosial sunatan masal dan donor darah.

Penyerahan itu dilakukan langsung oleh Kapolresta Banjarmasin Kombe Pol Drs Wahyono MH dan diterima oleh perwakilan kelompok komunitas bekantan Banjarmasin.

"Yang jelas sarana sungai yang kami berikan ini untuk operasional mereka," tuturnya orang nomor satu di lingkungan Polresta Banjarmasin itu.

Terkait HUT ke-69 Bhayangkara itu, Polrestabes juga melakukan sunatan masal dan donor darah di halaman Polresta Banjarmasin diikuti peserta sekitar 125 anak yang rata-rata masih berstatus siswa Sekolah Dasar (SD).

Sedangkan untuk donor darah diikuti 200 orang dari unsur Polri dan masyarakat umum.

"Kami juga menyediakan jajanan rakyat dalam acara tersebut untuk para peserta yang ingin menikmati makanan dan semuanya kami sajikan secara gratis tidak ada pungutan biaya sedikitpun," tuturnya. 
Editor: Gunawan Wibisono
Sumber : http://www.antarakalsel.com/berita/27601/polresta-berikan-sarana-transportasi-sungai-ke-sbi

Pulau Bakut Akan Di Jadikan "Bekantan Center"

Banjarmasin,(Antaranews Kalsel) - Kelompok pecinta lingkungan Sahabat Bekantan Indonesia mengharapkan kawasan Pulau Bakut, Kabupaten Barito Kuala, yang tak jauh dari Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, dijadikan "Benkantan Center".
"Bekantan Center" Pulau Bakut 

"Seorang pemerhati Bekantan H Akhmad Arifin menyarankan Pulau Bakut dijadikan Bekantan Center dan menurut kami ya bagus sekali," kata Ketua Sahabat Bekantan Indonesia (SBI), Amalia Razeki, kepada pers di Banjarmasin, Kamis.

Menurut pandangan Akhmad Arifin, kata Amalia Razeki, di pulau ini dibangun pusat kegiatan yang berkaitan degan Bekantan, baik sebagai sarana rekreatif degan konsep ekowisata Bekantan, edukatif sebgagai pusat studi, dan penelitian.

Selain itu konservatif sebagai upaya pelestarian dan rehabilitatif yang berfungsi sebagai pusat penyelamatan dan rehabilitasi Bekantan (Nasalis larvatus) yang didapat dari hasil sitaan maupun hibah dari masyarakat sebelum dilepas liarkan kembali, katanya.

Selain itu, SBI diminta mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, untuk mengembangkan Pulau Bakut sebagai objek ekowisata Bekantan.

Amalia Rezeki menjelaskan, Pulau Bakut salah satu habitat Bekantan di Kalimantan Selatan dan sudah ditetapkan sebagai kawasan Taman Wisata Alam yang berbasiskan konservasi Bekantan sesuai SK Menteri Kehutanan RI Nomor 140/Kpts-II/2003 tanggal 21 April 2003.

Oleh sebab itu, di pulau seluas 18,70 hektare yang terletak di tengah-tengah Sungai Barito, termasuk wilayah administrasi Kabupaten Barito Kuala ini, merubapakan habitat satwa kera hidung besar itu.

Bekantan salah satu primata terunik di dunia, adalah sebuah potensi yang semestinya dapat digali menjadi industri ekowisata, khususnya yang berbasis konservasi Bekantan. Seperti yang saat ini dikembangkan negeri jiran Serawak dan Brunai Darusalam, bahkan negara Singapura.

Ketiga negara tersebut menjadikan Bekantan sebagai ikon kunjungan wisatanya. Padahal Kalimatan Selatan memiliki potensi yang lebih kuat daripada mereka dalam hal ekowisata Bekantan.

Kalsel memiliki lebih banyak lokasi habitat dan populasi Bekantan, yang masih bisa digali dan dioptimalkan menjadi kawasan ekowisata, tutur Amalia Rezeki.

Seperti halnya kawasan wisata alam, Pulau Bakut yang belum dikelola secara optimal, baik dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Lingkungan dan Kehutanan, melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan, maupun pemerintah daerah sendiri.

Mengingat Pulau Bakut memiliki potensi sebagai kawasan ekowisata yang cukup bagus, selain dari keberadaan Bekantan yang sudah cukup dikenal di dunia, di pulau ini terdapat sekitar 31 macam jenis burung serta reptil.

Pewarta : Hasan Zainuddin
Sumber : http://www.antarakalsel.com/berita/25509/pulau-bakut-dijadikan-bekantan-center

Jumat, 19 Juni 2015

The Center Of Proboscis Rehabilitation (Video)

The Center Of Proboscis Rehabilitation (Video)
Presented By : Sahabat Bekantan Indonesia

Minggu, 07 Juni 2015

Monumen Bekantan Segera Di Bangun


PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN MONUMEN MASKOT BEKANTAN
Oleh H. Muhidin - Walikota Banjarmasin








Again, the SBI Released Bekantan to Wildlife
Jumat, 22 Mei 2015 08:19 WIB
Pewarta: Hasan Zainuddin
(Antaranews Kalsel/Hasan Z)
 Since SBI and BKSDA signed a cooperation in the protection and conservation of bekantan or proboscis monkeys in South Kalimantan, it has been three times they release bekantan to wildlife in Bakut Island. 
Banjarmasin, South Kalimantan (AntaranewsKalsel) - Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) of the University of Lambung Mangkurat together with the Natural Resources Conservation Center (BKSDA) South Kalimantan release a proboscis monkeys in the Bakut Island Nature Park, Barito Kuala, Tuesday (19/5).


It was saved by water police when drifting on Barito River. Then, Chief of Water Police Unit of Banjarmasin City Police AKP Untung Widodo it then handed over to the Head of the Animal Quarantine Class 1 Banjarmasin DVM Sri Hanum and BKSDA reprentative Ridwan, said Chairman of SBI University of Lambung Mangkurat, Amalia Rezeki, here on Thursday.

Since SBI and BKSDA signed a cooperation in the protection and conservation of bekantan or proboscis monkeys in South Kalimantan, it has been three times they release bekantan to wildlife in Bakut Island. They were four bekantan released.

Currently Bakut Island not only as a natural park area. It also used as a bekantan rescue center by SBI and BKSDA.

In the future on this island to be built habituation cage facility and quarantine cage for bekantan confiscated or delivery by community before being released back into its natural habitat.

"We greatly appreciate the well efforts of the Banjarmasin water police saved Bekantan drifting in the Barito river and handed it to quarantine before being handed over to BKSDA Kalsel," said Amalia Rezeki.

In South Kalimantan currently only around 4500-5000 proboscis monkey left, he said.
Editor: Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2015