River Safari Cruis

Bekantan are native to the wetland forest. They are living among trees. So while on river safari cruise.

Summer course Program

Proboscis monkey conservation in Bekantan Research Station Curiak Island South Kalimantan

Donation for Bekantan Conservation

WA 0812 5826 2218 (SBI Official) | Paypal ID Saveproboscismonkey| BNI ACC 0339933396

Observation

Observation Proboscis Monkey Habitat in Curiak Island South Kalimantan

Endangered Species

Support and Help Amalia Rezeki and Her SBI Foundation For Bekantan Conservation in South Kalimantan - Indonesia

Tampilkan postingan dengan label Bekantan Wildlife Rescue. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bekantan Wildlife Rescue. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 November 2018

35 Times Evacuated Bekantan



Jumat, 01 April 2016

Evakuasi Bekantan Hanyut Di Sungai Barito (1 April 2016)

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Tim Rescue dari Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) yang langsung dipimpin ketuanya Amalia Rezeki bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) kembali berhasil menyelamatkan bekantan yang hanyut di Sungai Barito dekat kota Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Bekantan Yang Berhasil Di evakuasi oleh Tim Rescue SBI
 Salah satu anggota Tim Rescue SBI, Feri Hosien melalui telepon seluler di Banjarmasin, Jumat, mengatakan kronologis penyelamatan tersebut ketika pihaknya mendapat kabar dari Ahmad Sakidin, anggota Polisi Kehutanan (Polhut) Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Batola tentang keberadaan bekantan yang hanyut disungai Barito.

Tim Rescue yang dipimpin langsung Ketua SBI Amalia Rezeki setelah berkordinasi dengan BKSDA Kalsel, meluncur ketempat kejadian tepat pukul 19.34 Wita tim tiba di kota Marabahan, Kamis (30/3) untuk melakukan evakuasi bekantan tersebut.
Bekantan jantan dewasa yang diberi nama Untung ini, telah berhasil diamankan warga, yang diduga setelah hanyut dan terbawa tongkang batu bara tersebut, kemudian diserahkan kepada SBI, kemudian diambil tindakan medis dengan menyuntikan penenang serta anti biotik, agar tidak mengalami trauma berat pasca diselamatkan ditengah sungai barito yang cukup luas," kata Amalia.
Menurutnya Sesuai arahan Ir. L Andy Widyarto, MP Kepala BKSDA Kalsel, nantinya bekantan ini jika dinyatakan sudah sehat, maka akan dilepas liarkan kembali kehabitatnya.
"Saat ini bekantan tersebut sudah diamankan oleh Tim SBI dan sedang dicek kesehatannya, baik fisik maupun traumatiknya pasca dilakukan penanganan dilapangan ketika dievakuasi. Dan jika dinyatakan sehat, maka bekantan tersebut, kami minta bersama tim dari BKSDA Kalsel segera dilakukan pelepas liaran kembali kehabitatnya," jelas L Andy Widyarto.
Amalia menjelaskan, seringnya bekantan melakukan migrasi dikarenakan habitatnya terganggu bahkan telah rusak, akibat kebakaran hutan dan alih fungsi lahan. Sepanjang tahun 2015 aja dan sampai sekarang, sudah sekitar 19 kali Tim Rescue dari SBI melakukan evakuasi bekantan dan yang telah dilepas liarkan 10 ekor, yang sedang dirawat 6 ekor serta 3 ekor tidak dapat tertolong dikarenakan luka bakar yang cukup parah.
"Kejadian serupa akan selalu terulang menimpa nasib bekantan di Kalsel, jika tidak diambil tindakan serius dalam melindungi maskot kebanggaan Banua ini. Apalagi tahun 2016 ini kemarau panjang akan terjadi diawal bulan Mei dan tidak menutup kemungkinan kebakaran hutan akan terjadi kembali," tambah Amalia Rezeki yang juga dosen program studi pendidikan Biologi Universitas Lambung Mangkurat ini.
Ditambahkannya tahun lalu saja diperkirakan ratusan ekor bekantan serta satwa liar lainnya mati terpanggang akibat kebakaran hutan, sisanya eksodus kearea pemukiman dan perladangan warga, yang kemudian rawan terjadi konflik dengan manusia, serta bisa saja makan korban baik dipihak bekantan, maupun manusia,
Luasan hutan yang menjadi habitat bekantan di Kalimantan pada awalnya diperkirakan 29.500 km2, dari luas tersebut, 40 persen diantaranya sudah berubah fungsi dan hanya 41 persen yang tersisa dikawasan konservasi. Kondisi ini diikuti oleh penuruanan populasi bekantan diperkirakan lebih dari 250.000 ekor dan 25.000 ekor diantaranya berada dikawasan konservasi.
Bahkan pada tahun 1994 terjadi penurunan populasi bekantan yang sangat drastis menjadi hanya sekitar 114.000 ekor. Di kalimantan Selatan sendiri diperkirakan sisa sekitar 4.500 - 5000 ekor.
Bekantan yang dikenal dengan istilah ilmiahnya Nasalis larvatus, merupakan primata endemik Kalimantan dan termasuk dalam subfamili Colobinae.Bekantan dilindungi keberdaannya berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999, dan secara Internasional termasuk dalam Appendix I CITES.
Dan termasuk dalam katagori terancam punah Endagered Spesies oleh Lembaga International IUCN ( International Union for the Concervation of Nature and Natural Resources) sejak tahun 2000./F

Sumber : http://www.antarakalsel.com/berita/35094/sbi-selamatkan-bekantan-hanyut-di-sungai-barito

Selasa, 29 Desember 2015

Evakuasi Bekantan Yang Hanyut di Sungai Barito Marabahan

Marabahan - Tim Rescue dari Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) kembali melakukan upaya penyelamatan bekantan yang hanyut di Sungai Barito. Kali ini upaya evakuasi dilakukan terhadap seekor Bekantan berjenis kelamin jantan di desa Basahap, Marabahan, Kabupaten Barito Kuala - Kalimantan Selatan sekitar pukul 07.00 Wita, Jumat (25/12/2015).
Tim Rescue SBI menerima Bekantan yang diserahkan warga untuk di evakuasi

Menurut penuturan warga, Bekantan tersebut diselamatkan mereka saat hanyut diantara tumpukan eceng gondok. Kemudian mereka lantas menghubungi dan meminta Sahabat Bekantan Indonesia untuk mengevakuasinya.

Mendapati informasi tersebut tim rescue SBI yang dipimpin langsung oleh ketua SBI Amalia Rezeki langsung meluncur ke tempat kejadian. Meski evakuasi berjalan lancar, tindakan medis berupa penyuntikan bius dilakukan untuk menghindari trauma berat.

Bekantan jantan yang diperkirakan berusia 7 tahun ini diberi nama David, adalah merupakan bekantan yang kesepuluh yang berhasil dievakuasi oleh tim rescue SBI sepanjang 2015 ini.

Sumber : Banjarmasinpost.co.id 
editor : mj

Rabu, 14 Oktober 2015

AKHIRNYA BEN KEMBALI KEHABITATNYA

PELEPAS LIARAN BEN DI PULAU BAKUT


Selasa, 06 Oktober 2015

Bekantan Wildlife Rescue

Berikut adalah dokumentasi kegiatan Bekantan Wildlife Rescue (BWR)
Tim Khusus Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) yang dibentuk untuk mengevakuasi
dan menyelamatkan Bekantan (Proboscis Monkey) dan hewan-hewan terancam punah
lainnya

Kunjungi dan gabung di facebook kami Bekantan Wildlife Rescue
Mari bersama selamatkan Bekantan dari Kepunahan

BEN, Bekantan korban kebakaran hutan yang di evakuasi oleh Tim BWR
Saat di Kandang Karantina

Proses Penyerahan Satwa Kepada Tim "Bekantan Wildlife Rescue"
untuk direhabilitasi dan dilepasliarkan kembali

Pemindahan Kandang Evakuasi ke mobil BWR


Proses Pemindahan Bekantan ke Mobil BWR Untuk di lepasliarkan
Menuju Lokasi Pelepasliaran Bekantan

Evakuasi Bekantan 



Pelepasliaran Bekantan







Titik, Bekantan korban kebakaran lahan Di sekitar RSJD Sambang Lihum
Kondisinya yang cukup kritis mengharuskannya di rawat intensif

Titik, Bekantan korban kebakaran lahan Di sekitar RSJD Sambang Lihum
Kondisinya yang cukup kritis mengharuskannya di rawat intensif

Titik, Bekantan korban kebakaran lahan Di sekitar RSJD Sambang Lihum
Kondisinya yang cukup kritis mengharuskannya di rawat intensif

Pondok Kerja di Pusat Penyelamatan Bekantan Pulau Bakut

Release Bekantan di Pusat Penyelamatan Bekantan

Release Leopard Cat