River Safari Cruis

Bekantan are native to the wetland forest. They are living among trees. So while on river safari cruise.

Summer course Program

Proboscis monkey conservation in Bekantan Research Station Curiak Island South Kalimantan

Donation for Bekantan Conservation

WA 0812 5826 2218 (SBI Official) | Paypal ID Saveproboscismonkey| BNI ACC 0339933396

Observation

Observation Proboscis Monkey Habitat in Curiak Island South Kalimantan

Endangered Species

Support and Help Amalia Rezeki and Her SBI Foundation For Bekantan Conservation in South Kalimantan - Indonesia

Jumat, 16 Agustus 2019

Amalia Rezeki Promosikan Ekowisata Konservasi Bekantan Kalimantan Selatan di Estonia

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Suatu kehormatan bagi Ketua Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI), Amalia Rezeki yang juga pegiat konservasi alam dan Pariwisata berkelanjutan ini, ketika diundang berbicara di forum internasional.
Bekantan Conservation
Amalia Rezeki Saat Jadi Pembicara di Estonia

Dosen Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin ini berbicara di hadapan duta besar, diplomatik dan pelaku usaha wisata negara bagian Baltik, serta undangan pemerintah Estonia dldi Nordic Hotel Forum Tallin - Estonia, Senin, 12 Agustus 2019.

Amel, panggilan akrab Amalia, membawa pesan pelestarian bekantan serta pembangunan pariwisata berkelanjutan di Kalimantan Selatan.


"Suatu kehormatan dan pengalaman yang luar biasa bagi saya dapat berbicara diforum terhormat ini. Saya sangat berterimakasih kepada pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang mendukung penuh kehadiran saya diforum ini. Sebuah sinergisitas yang positif dalam membawa pesan pembangunan berkelanjutan dan pelestarian alam," ucapnya ketika dihubungi di Tallin - Estonia, Selasa (13/8/2019).

Perempuan berjilbab ini berangkat ke Estonia tidak sendiri, ia bersama tim penari dari Kalsel yang membawa misi pariwisata Visit Kalsel 2020.

Selama satu minggu ia mempromosikan pariwisata Kalsel didua negara Finlandia dan Estonia. Baik potensi taman buminya (geopark) serta gerakan revolusi hijau dan konservasi bekantan ikon kebanggaan provinsi Kalsel yang menjadi bagian dari aksi rawat bumi dan pelestarian alam.

Menurut Amel, menyelamatkan bekantan diawali dengan tindakan menyelamatkan habitatnya. Seperti diketahui habitat bekantan pada umumnya berada dikawasan lahan basah, khususnya hutan mangrove dengan vegetasi utamanya pohon rambai yang banyak dijumpai disepanjang pinggiran sungai di Kalimantan Selatan.

"Di sisi lain hutan mangrove dapat menyimpan karbon lebih banyak dari hampir semua ekosistem di bumi. Penyimpanan karbon pada ekosistem mangrove berpotensi sebagai mitigasi pemanasan global, menjadikan indikator penting bagi pelestarian hutan mangrove dan ekosistem lahan basah didalamnya," jelas Amel.

Di bidang pariwisata, menurut dia, saat ini wisata kehidupan liar ( Wildlife Tourism ) atau wisata minat khusus menjadi sangat populer didunia. Wisata ini juga memberikan kontribusi positif tidak saja secara ekonomis, akan tetapi juga memberikan kontribusi yang besar bagi konservasi keanekaragaman hayati.

Oleh karena itu, wisata alam bisa dikatakan sebagai wujud pembangunan berkelanjutan dalam bentuk wisata, dengan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi yang mendapat perhatian secara proporsional. Kosta Rica sebuah negara termaju dibidang wisata kehidupan liarnya, telah memberikan kontribusi 10 persen bagi pemasukan negaranya.

Salah satu wisata alam liar yang bisa ditawarkan di Kalsel, adalah wisata primata. Memang wisata ini tidak sepopuler wisata terumbu karang dengan keragaman ikan serta biota lautnya, ataupun wisata pengamatan burung (birdwatching) yang merupakan bisnis besar dinegara Eropa dan Amerika.

Wisata primata mulai tumbuh dan berkembang pesat sejak dipopulerkan oleh Dr Russel Mittermeier, ahli primata dunia yang juga ketua Primate Specialist Group IUCN, sebuah lembaga konservasi dunia. Bersama 10 pakar primata dunia Dr Russel Mittermeier membahas 25 spesies primata dunia yang sangat berisiko mengalami kepunahan, serta dengan potensi dan prospek pengembangan wisatanya.

Rwanda dan Uganda adalah merupakan contoh negara yang telah berhasil mengembangkan wisata primata dengan Gorilanya.

Cukup besar devisa negara yang dapat diraupnya melalui kegiatan wisata primata tersebut.

Dan di Indonesia sendiri, wisata primata juga sudah dikenal seperti di Taman Nasional Tanjung Puting dengan orangutannya yang telah lama dikenalkan oleh ahli primata Prof Dr Birute Galdikas dari University Of California - Amerika Serikat.

Bekantan salah satu primata terunik didunia, adalah sebuah potensi yang semestinya dapat digali menjadi industri wisata alam liar, khususnya berbasis konservasi dan riset.

" Sejak awal tahun 2014 lalu kami telah juga mengembangkan sektor wisata primata, khususnya bekantan. Wisata minat khusus yang kami tawarkan berupa paket summer course, internship dan wisata petualangan lainnya ", tutur Amalia Rezeki yang juga dikenal sebagai mahasiswa program doktoral dibidang lingkungan di Universitas Lambung Mangkurat.

Pengembangan wisata alam liar, khususnya primata bekantan saat ini, mulai dirasakan manfaatnya bagi pemerintah daerah, dengan mulai meningkatnya kunjungan wisatawan, baik lokal maupun asing. Kegiatan wisata primata bekantan adalah mengamati prilaku bekantan, ekosistem hutan mangrovenya dan susur sungai serta yang tidak kalah menariknya ialah kegiatan wildlife photography yang saat ini banyak digandrungi wisatawan asing. (banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)


Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Amalia Rezeki Promosikan Ekowisata Konservasi Bekantan Kalimantan Selatan di Estonia.


Dari Helsinki, Amalia Rezeki Kirim Pesan Menjadikan Konservasi Alam Sebagai Sikap Hidup

BANJARMASINPOST.CO.ID - Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) diperingati setiap tahunnya pada tanggal 10 Agustus. Peringatan tersebut ditujukan dalam upaya untuk menjaga kesinambungan kegiatan konservasi alam, memasyarakatkannya, dan menjadikan konservasi alam sebagai bagian dari sikap hidup dan budaya bangsa.
Bekantan Konservation
Amalia Rezeki Saat memaparkan
 "Ecotourism and Wildlife Conservation of South Kalimantan " dihadapan forum undangan

Kegiatan HKAN tahun ini bagi Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia ( SBI ) agak berbeda, karena rangkaian kegiatannya dilaksanakan tanpa dihadiri Amalia Rezeki Ketua SBI, yang saat ini sedang berada di Finlandia dan Estonia.

Kepergiannya membawa misi konservasi dan pembangunan pariwisata berkelanjutan Kalimantan Selatan, pada acara rangkaian kegiatan Asean Day.

Amel, panggilan akrab Amalia, akan berbicara tentang "Ecotourism and Wildlife Conservation of South Kalimantan " dihadapan forum undangan yang terdiri dari ASEAN Embassies, korp diplomatik dan Pemerintah Estonia serta tamu undangan lainnya. Keberangkatannya ke Finlandia ini didukung sepenuhnya dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Amalia mengatakan, saat ini dunia termasuk Indonesia menghadapi berbagai isu lingkungan terutama isu perubahan iklim dengan terjadinya pemanasan global.

"Peringatan HKAN kali ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pelestarian dan pemanfaatan alam lewat pengelolaan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Untuk itu dari Helsinki - Finlandia saya mengajak semua pihak agar bijak dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam. ", kata dosen Pendidikan Biologi Universitas Lambung Mangkurat - Banjarmasin ini saat dihubungi di Helsinki, Sabtu (10/8/2019).

Dia menambahkan, saat ini Pemerintah Provinsi Kalsel sedang giat-giatnya mengembangkan pembangunan pariwisata berkelanjutan. Pontensi alam seperti geopark, kawasan konservasi dan kekayaan keragaman hayati didalamnya adalah merupakan aset dan daya tarik tersendiri bagi pembangunan pariwisata berkelanjutan yang menjadi trend wisata dunia.

Kalsel menyatakan akan terus mendorong pengembangan wisata alam sebagai pemanfaatan hutan yang berkelanjutan. Geopark (taman bumi) adalah sebuah kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi dan melibatkan masyarakat setempat berperan serta melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam, termasuk nilai arkeologi, ekologi dan budaya yang ada di dalamnya. Saat ini sudah ada 67 titik yang akan dijadikan wisata alam.

Sementara itu Ambar Pertiwi kordinator kegiatan peringatan HKAN dari SBI, mengatakan ada beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh SBI, seperti pameran foto Biodiversitas Indonesia, diskusi konservasi di Bekantan Rescue Center Banjarmasin dan rawat bumi melalui aksi penanaman pohon mangrove rambai (Sonneratia caseolaris) dikawasan Stasiun Riset Bekantan - Pulau Curiak - Barito Kuala. (banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar)

Si Ambar, Keluarga Baru Bekantan Pulau Curiak

BANJARMASIN POST.CO.ID. BANJARMASIN - Perasaan gembira terpancar di wajah Amalia Rezeki ketua Sahabat Bekantan Indonesia ( SBI ) bersama timnya saat patroli kawasan di Stasiun Riset Bekantan Pulau Curiak, menemukan Juwita, bekantan betina muda melahirkan bayi binatang berhidung mancung yang sangat imut dan lucu.
Sahabat Bekantan
Mengamati si Ambar, Bayi Bekantan Yang Baru Saja Lahir di Pulau Curiak

Wajahnya yang masih hitam kebiru-biruan terlihat berada dalam pelukan Juwita induk betina muda dari kelompok Bravo.

" Kehadiran baby bekantan ini membawa kabar gembira buat kita semua. Mengingat bekantan adalah merupakan spesies kunci yang keberadaannya terancam punah dan maskot provinsi Kalimantan Selatan yang saat ini menjadi ikon andalan wisata minat khusus yang sedang kami kembangkan bersama pemerintah daerah," ucap Amalia Rezeki, Sabtu (3/8/2019).


Dalam dua tahun ini saja, sudah tiga kali Amalia menemukan bekantan kawasan stasiun riset melahirkan. Untuk yang pertama diberi nama Newie oleh Prof. Tim Roberts dari Universitas New Castel Australia yang berkunjung pada bulan Desember tahun lalu dan yang kedua diberi nama Memel yang lahir pada April 2019.


Sedangkan bekantan yang baru lahir 1 Agustus 2019 ini diberi nama "Ambar". Nama Ambar diapresiasikan kepada Agustina Ambar Pertiwi, seorang peneliti muda yang juga mendedikasikan diri pada pelestarian bekantan, sekaligus beliau adalah kepala stasiun riset bekantan.

Zulfa Asma Vikra, ketua Forum Konservasi Kalimantan Selatan, menyambut gembira atas kelahiran anak bekantan tersebut.

"Saya sangat mengapresia kerja keras tim SBI yang selama ini berupaya menjaga dan melestarikan bekantan di Kalsel. Kelahiran bekantan di Stasiun Riset ini tentu membawa kabar gembira bagi kita semua. Dengan kelahiran bekantan ini semoga bisa membantu meningkatkan populasi bekantan Indonesia seperti yang diamanahkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI sebesar 10 persen dalam kurun waktu 5 tahun," jelas Zulva yang juga anggota DPRD Provinsi Kalsel.


Pada awalnya ketika dilakukan penelitian pertama populasi bekantan ditahun 2014, hanya 14 individu. Kini dikawasan stasiun riset bekantan terdapat sekitar 22 individu bekantan, yang terdiri dari dua kelompok. Kelompok pertama diberi nama alpha dan kelompok kedua diberi nama bravo. (banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)



Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Si Ambar, Bayi Bekantan yang Lahir 1 Agustus 2019 di Stasiun Riset Pulau Curiak Kalsel.

Jumat, 05 Juli 2019

Watch Bekantan Swimm For Their Supper In Rare Video




Proboscis monkey might be best known for their giant, bulbous noses, but scientists are sniffing out another of these monkey’s unique attributes: their swimming abilities. To discover more about these water-loving primates, conservation biologist Amalia Rezeki recently spent a few weeks on Indonesian Borneo's Bakut Island filming the animals and their behavior in mangrove forests. (Read about swimming pigs and other surprising animals that love water.) "The main primate in the area that people think of are orangutans. We thought that a video about these monkeys' swimming abilities would help bring some positive attention," says Rezeki, who works with Sahabat Bekantan Indonesia, a nonprofit that works to protect proboscis monkeys, also called bekantan. Due to loss of their mangrove habitat and hunting, proboscis monkeys are listed as endangered, with fewer than 7,000 animals left in the wild. Rezeki's expedition discovered several monkeys on the island, suggesting the species is still hanging on.

Bekantan Goes Global

Mimpi besar Amalia Rezeki bersama timnya di Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) yang dicanangkan oleh Prof. Dr. H.Sutarto Hadi, M.Sc.,M.Si, rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang juga pembina SBI ini pada peringatan hari bekantan tahun lalu, "

wetland
Prof. Dr. H.Sutarto Hadi, M.Sc.,M.Si, rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) 
Bekantan Dari Banua Untuk Dunia " sepertinya mulai terlihat capaiannya. Perjuangan SBI untuk menjadikan, Kalsel sebagai pusat riset, konservasi dan ekowisata bekantan didunia mulai dirasakan. Baru-baru ini Amalia Rezeki ketua SBI, yang juga dosen muda difakultas pendidikan biologi ULM diundang ke Australia untuk beberapa tangkaian kegiatan, seperti Konferensi Internasional, workshop dan mengisi kuliah umum disalah satu perguruan tinggi terkemuka dinegeri kangguru tersebut, yaitu University Of New Castle dengan tema " Selamatkan Bekantan - Selamatkan Peradaban Manusia".

Proboscis Monkey Conservation
Amalia Rezeki - Prof. Julian dari Inggris

Disisi lain SBI telah membangun kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi diluar negeri, bersama Universitas Lambung Mangkurat dalam bidang riset ekosistem lahan basahnya yang merupakan habitat bekantan. SBI yang juga mitra binaan BKSDA Kalsel dibidang konservasi mengembangkan kegiatan wisata minat khusus, melalui Summer Course dan internship serta volunteer konservasi.

Probosicis Monkey Conservation
Kunjungan dari University College London