Sabtu, 20 Desember 2014
Donasi Sahabat Bekantan
Bantu Kami Dalam Upaya Sosialisasi dan Konservasi Bekantan (Nasalis larvatus) melalui Donasi Rek. BNI 03399 33396 atau dengan membeli satu atau beberapa merchandise (souvenir) keren berikut ;
1. Mug Cantik Sahabat Bekantan
Dengan membeli salah satu mug keren berikut anda berarti sudah turut berkontribusi nyata dalam upaya pelestarian Bekantan (proboscis monkey). Miliki Mug keren berikut untuk melengkapi koleksi, sebagai hadiah ultah, kado pernikahan, atau ucapan terimakasih kepada orang-orang yang anda cintai.
![]() |
| Mug Cantik Save Our Mascot |
![]() |
| Mug Cantik Save Our Mascot |
2. Boneka Bekantan
Dengan memiliki boneka ini anda tidak hanya akan mendapatkan koleksi boneka yang imut dan lucu tetapi juga turut membantu menyelamatkan Bekantan dari ancaman kepunahan. Ayo buruan lengkapi koleksi bonekamu dengan membeli marchendise boneka bekantan yang lucu dan imut ini.
![]() |
| Koleksi Boneka Imut Sahabat Bekantan Boneka Bekantan Besar @Rp 100.000,- Boneka Bekantan Kecil @Rp 85.000,- (Belum termasuk Ongkir) |
3. Kaos Save Our Mascot
Jangan bilang kamu penyayang binatang sebelum memiliki Kaos keren Save Our Mascot yang satu ini. Ayo tunjukan aksimu, miliki segera kaos keren ini dan bantu kami selamatkan mereka dari kepunahan.
![]() |
| Kaos Bekantan Save Our Mascot @Rp 150.000,- /pcs |
4. Sweater Save Our Mascot
Siapa bilang donasi itu sulit?, dengan membeli sweater keren ini kamu sudah turut membantu Sahabat Bekantan Indonesia dalam kegiatan konservasi dan pelestarian habitat Bekantan (Nasalis larvatus).
![]() |
| Sweater Save Our Mascot @Rp 250.000,- /pcs |
5. Pin Sahabat Bekantan/Save Our Mascot
Buktikan bahwa kamu juga peduli "Si Mascot" dengan membeli koleksi Pin yang lucu dan imut dari Sahabat Bekantan berikut. Terdapat beberapa varian pin yang bisa kamu miliki, ayo buruan lengkapi koleksimu. Mari Selamatkan Bekantan !
Harga Pin @Rp 10.000,- pcs
Untuk Info dan Pemesanan Silahkan Contact Amalia : 082154928889 atau kunjungi kami di facebook Sahabat Bekantan
Aksi Konservasi Bersama Relawan 5 Negara
Upaya Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) dalam menyebarluaskan semangat konservasi tidak semata-mata hanya terfokus sosialisasi melalui media. Tetapi juga turut action melalui kegiatan aksi konservasi.
Kegiatan aksi konservasi yang dimaksud salah satunya adalah seperti kegiatan yang digelar pada 25 September sampai dengan 2 Oktober 2014 lalu. Menariknya kegiatan ini tidak hanya di ikuti oleh SBI dan relawan dari Indonesia saja tetapi juga diikuti oleh relawan dari lima negara.
Aksi sosial tersebut digelar di kawasan ekowisata Pulau Bakut, Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan. Adapun rangkaian kegiatan yang di laksanakan antara lain, Penelitian, Penanaman Pohon, Pembersihan Sampah, Mengajar bahasa inggris disekolah terdekat serta sosialisasi konservasi kepada masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga lingkungan khususnya Pulau Bakut.
12 Tahun Lagi Bekantan Bisa Punah
| Bekantan - Proboscis monkey |
Bekantan (Nasalis larvatus) adalah primata yang termasuk dalam family Cercopithecidae, subfamili Colobinae. Bekantan adalah salah satu satwa dilindungi endemik Borneo. Penyebaran alaminya hanya terbatas di Pulau Borneo yang secara administratif meliputi tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia dan Brunai Darusalam. Bekantan berstatus satwa dilindungi baik secara nasional maupun internasional. Secara nasional bekantan dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 7 tahun 1999 (Pemerintah RI, 1999a).
Secara internasional bekantan termasuk dalam Appendix I CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) dan sejak tahun 2000 masuk dalam kategori endangered species berdasarkan Red Book IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) (Meijaard et al., 2008). Selain itu, sejak tahun 1990 bekantan ditetapkan menjadi maskot fauna Provinsi Kalimantan Selatan. Negara tetangga kita Malaysia juga melindungi satwa berekor panjang ini melalui Wild Life Protection Ordinance sejak tahun 1958.
Habitat bekantan banyak mengalami kerusakan dan populasinya mengalami penurunan. Kerusakan habitat lebih cepat terjadi pada habitat bekantan yang berada di tepi sungai. Hal itu dikarenakan kawasan hutan di tepi sungai mudah dijangkau dan dialihfungsikan menjadi areal permukiman, tambak maupun areal pertanian. Luas kawasan yang menjadi habitat bekantan pada awalnya diperkirakan 29.500 km , namun, 40% diantaranya sudah berubah fungsi dan hanya 4,1% saja yang berada di kawasan konservasi (McNeely et al., 1990).
Penyempitan dan penurunan kualitas habitat tersebut diikuti oleh penurunan populasi bekantan. Tahun 1987 populasi bekantan diperkirakan 260.950 ekor dan sekitar 25.625 ekor diantaranya berada di kawasan konservasi (MacKinnon, 1987). Tahun 1995 populasi bekantan menurun menjadi sekitar 114.000 ekor dan hanya sekitar 7.500 ekor yang berada di dalam kawasan konservasi (Bismark, 1995), sehingga dalam kurun waktu sekitar 10 tahun terjadi penurunan populasi sebesar 50%. Laporan terakhir menurut Meijaard et al. (2008) dan Gron (2009) menyatakan bahwa penurunan populasi bekantan berkisar antara 50- 80% selama kurun waktu 36-40 tahun terakhir. (Elisa m)
Langganan:
Postingan (Atom)














