Bekantan (Nasalis larvatus) Fauna Maskot Provinsi Kalimantan Selatan

Jika tidak ada upaya penyelamatan, Bekantan diperkirakan akan punah 14 tahun lagi akibat Rusaknya Habitat serta perburuan.

Donasi

Dukung Upaya Pelestarian Bekantan Dan Selamatkan Dari Ancaman Kepunahan

Kegiatan Observasi Bekantan

Salah Satu Agenda Rutin Sahabat Bekantan adalah Pengamatan Bekantan (Nasalis larvatus)

Ciro Kelakai

Ciro sedang menyantap pakan utamanya "Save Our Mascot"

Kamis, 08 Maret 2018

Penyelamatan dan Konservasi Bekantan di Kalimantan Selatan

SAHABAT BEKANTAN INDONESIA ( PENYELAMATAN & KONSERVASI BEKANTAN DI KALIMANTAN SELATAN )

" Ada dua hal yang perlu diwariskan kepada anak cucu kita ; Ilmu pengetahuan dan kelestarian alam. Kita semua harus bergerak menyelamatkan tumbuhan dan satwa liar ". (Joko Widodo - Presiden RI)

Bekantan adalah primata endemik Pulau Kalimantan yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah RI, Nomor 7 tahun 1999, dan masuk dalam daftar merah Lembaga Konservasi Internasional - International Union for Conservation of Nature and Natural Resources ( IUCN ) dan Appendix I CITES ( Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora ). Disamping itu bekantan merupakan fauna identitas " Maskot " kebanggan Provinsi Kalimantan Selatan. 
Alih fungsi lahan, kebakaran hutan, perburuan serta perdagangan liar telah membuat bekantan diambang kepunahan, bahkan pada sebagian kawasan telah terjadi kepunahan lokal. Setiap satu dekade terjadi penurunan hingga 50% dari jumlah populasinya.

Dalam rangka mendukung dan membantu program pemerintah dibidang pelestarian bekantan, serta pengembangan pariwisata, khususnya ekowisata di Kalimantan Selatan 
Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia ( SBI ) sebuah lembaga non profit yang didirikan oleh Amalia Rezeki seorang biologist conservation yang juga dosen Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin - Indonesia, bersama rekan-rekannya yang bermitra dengan Universitas Lambungmangkurat dalam bidang Penelitian, Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat serta dibawah binaan Kementerian Negara Lingkungan Hidup Dan Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA ) Kalimantan Selatan, membangun Pusat Penyelamatan Bekantan, yang bergerak dibidang ;1. Sosialisasi & Edukasi Pelestarian Bekantan, 2. Rescue & Evakuasi Bekantan, 3. Rehabilitasi Bekantan, 4. Perbaikan Habitat Bekantan, dan 5. Program pelepasliaran bekantan ke habitatnya. 6. Laboratorium Riset Bekantan yang pertama di Indonesia, bahkan didunia.

Yang kemudian dalam rangka mendukung program pemerintah dibidang pariwisata serta meningkatkan Perekonomian Masyarakat, PAD serta Devisa Negara, SBI bersama BKSDA Kalsel mengembangkan kegiatan dibidang Ekowisata Konservasi Bekantan di Kalimantan Selatan, dan telah dilaunching oleh Walikota Banjarmasin, yang dihadiri oleh Perwakilan Pemerintah Provinsi Kalsel, Ketua DPRD Kalsel, BKSDA Kalsel, Rektor ULM serta tokoh masyarakat dan undangan lainnya, pada tanggal 27 Maret 2016. Dengan didukung oleh jaringan relawan serta ekspert konservasi dari luar negeri. Akhirnya gaung tentang keberadaan Pulau Bakut sebagai kawasan ekowisata konservasi bekantan mulai mendunia. Untuk itu kemudian SBI membangun kemitraan dengan berbagai pihak, dalam turut mendukung pengembangan kawasan tersebut. Namun demikian harapan SBI, perlu adanya dukungan semua stake holder yang ada terutama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, untuk turut bersama-sama dalam mengembangkan kawasan Pulau Bakut sebagai kawasan perlindungan dan pelestarian bekantan maskot kebanggaan provinsi Kalimantan Selatan tersebut, serta pengembangan potensi ekowisatanya yang mulai diminati wisatawan dunia. Saat ini SBI telah membangun jaringan diempat negara, seperti Prancis, Jerman, Kanada dan Australia dalam mempromosikan ekowisata konservasi bekantan sebagai salah satu andalan pariwisata nasional yang telah dicanangkan Presiden RI.

Rabu, 07 Maret 2018

Kunjungan dan monitoring Kepala BKSDA Kalsel Ke Pusat Rehabilitasi Bekantan

Kunjungan Kepala BKSDA Kalsel dalam rangka monitoring dan silaturahmi dengan jajaran pengurus di basecamp Sahabat Bekantan Indonesia.




Amalia Rezeki dan Upaya Penyelamatan Bekantan

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sosok Amalia Rezeki bukanlah sosok asing lagi di Kalimantan Selatan. Kiprahnya di dunia pelestarian khususnya satwa endemik Kalimantan, bekantan sudah tidak perlu ditanya. Amel, sapaan akrabnya mengaku sudah dikenalkan dengan binatang khas Kalimantan ini sejak dari kecil.

Berikut cuplikan wawancara Banjarmasin Post dengan Amalia Rezeki:

Anda sekarang lebih dikenal sebagai aktivis di bidang konservasi hewan khususnya Bekantan, apa yang melatarbelakangi Anda terjun di bidang ini?
Sebenarnya sudah dari kecil dikenalkan ayah sama bekantan. Dulu seringlah dibawa jalan ke taman maskot, depan kantor Banjarmasin Post. Setelah itu waktu kuliah, penelitian di akhir masa perkuliahan mendapati sebuah fakta, bahwa bekantan, satwa yang menjadi ikon Provinsi Kalimantan Selatan dan sedang berada diambang kepunahan, justru tidak mendapat perhatian yang memadai dari pemerintah daerah. Lalu saya berinisiatif mendirikan Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI).


Apa saja yang sudah dikerjakan terkait konservasi Bekantan?
Sebenarnya banyak. Sudah beberapa kali kegiatan kami lakukan dalam upaya pelestarian Bekantan. Tidak hanya kami sendiri tapi banyak menggandeng berbagai pihak, mulai dari kepolisian, pemerintah daerah dan lainnya. Saat ini kami juga dirikan basecamp sebagai tempat transit Bekantan sebelum dilepasliarkan.

Menyelamatkan bekantan bukanlah hal yang mudah, oleh karena itu ia menjalin kemitraan dengan berbagai pihak khususnya dengan lembaga pemerintah, yaitu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, melalui BKSDA Kalimantan Selatan untuk bersama-sama berkontribusi melestarikan bekantan yang juga merupakan satwa endemik Kalimantan yang saat ini masuk dalam daftar merah “endangered species” oleh lembaga konservasi internasional IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) dan masuk dalam kategori appendix I oleh CITES (Convention on International Trade in Endangered Species), sebagai satwa yang terancam punah.

Apa saja tantangannya?
Tidak mudah mengubah mindset seseorang untuk peduli terhadap lingkungan khususnya pelestarian bekantan itu sendiri, untuk itulah kami melakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Betapa pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati, terlebih bekantan yang merupakan spesies kunci, punahnya spesies kunci akan menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem yang berdampak pada kehidupan manusia.

Project apa yang saat ini sedang dikerjakan?
Kami sedang membangun Pusat Penyelamatan Bekantan, yang mungkin merupakan satu-satunya di Indonesia, bahkan di dunia. Kemudian kita juga dirikan Sekolah Konservasi, pendidikan non formal yang fokus dalam pendidikan dan pelatihan di bidang konservasi.

Disamping itu, dalam rangka mengembangkan pariwisata daerah, kita juga menggagas berdirinya ekowisata konservasi bekantan di kawasan Pulau Bakut dan sekitarnya yang saat ini cukup mendunia dengan banyaknya kunjungan wisatawan asing untuk menyaksikan ekowisata konservasi bekantan tersebut.

Pengalaman menarik terkait kegiatan Anda sekarang?
Banyak pengalaman menarik baik suka maupun duka ketika melakukan kegiatan pengamanan kawasan konservasi dan melakukan rescue-evakuasi satwa yang dilindungi. Salah satunya, ketika kami menyelamatkan bekantan yang menjadi korban kebakaran hutan, dimana kami harus melakukan evakuasi beberapa ekor bekantan yang terluka akibat sekujur tubuhnya terbakar, dan ini memerlukan penanganan khusus baik secara medis maupun terapi psikologisnya untuk menghilangkan trauma bekantan yang cukup tinggi.

Kegembiraan yang luar biasa bagi kami ketika kami dapat menyelamatkan bekantan dan merawatnya dengan baik dan melepasliarkannya kembali ke alam. Sering, kami terduduk tak menyangka dan sujud syukur atas keberhasilan upaya penyelamatan bekantan tersebut, karena kami yakin tanpa sentuhan tangan Allah bukanlah hal yang mudah untuk menyembuhkan bekantan yang terluka dan mengalami trauma berat.

Apa yang masih jadi cita-cita, khususnya terkait bidang yang Anda geluti sekarang?
Cita-cita dan harapan kami ke depan di bidang konservasi bekantan ini, tentunya dengan berdirinya Sanctuary alami yang saat ini dalam proses pembangunan bisa segera terwujud, demi tercapainya upaya peningkatan populasi bekantan yang saat ini terancam punah. Dan ini membutuhkan semangat kebersamaan dari semua pemangku kepentingan.

Kemudian, ada satu cita-cita lain yakni berdirinya kawasan ekowisata konservasi bekantan yang dikelola secara profesional yang diharapkan kedepan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan asli daerah maupun perekonomian masyarakat di sekitarnya.

Kegiatan atau aktivitas apa saja yang digeluti lainnya saat ini?
Saat ini saya mengajar sebagai dosen muda di Pendidikan Biologi, FKIP. Ya ingin berbagi ilmu dan pengalaman dengan adik-adik di kampus, khususnya di bidang penyelamatan lingkungan satwa endemik Kalimantan, Bekantan. (rmd)


Biofile
Nama: Amalia Rezeki SPd MPd
Tanggal Lahir : Banjarmasin, 25 Februari 1988
Orangtua: H Ambran Asit-Hj Helyati
Pekerjaan: Dosen S-1 Pend. Biologi FKIP Universitas Lambung Mangkurat

Pendidikan: 
- SD Negeri Karang Mekar2 Banjarmasin 1994 - 2000
- MTsN Mulawarman 364 Banjarmasin 2000 - 2003
- MA Negeri 1 Banjarmasin 2003 - 2006 
- S1 Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Lambung Mangkurat 2006-2010
- S2-Pendidikan Biologi,Program Pascasarjana ULM 2012-2013

Motto Hidup :
- “KITA MELAKUKANNYA KETIKA ORANG LAIN SEDANG MEMIKIRKANNYA” .
- "DEDIKASI BUKAN UNTUK SEBUAH APRESIASI, TETAPI MEMAKNAI KEIMANAN SEBAGAI KHALIFAH DI MUKA BUMI , TERUSLAH BERBUAT DAN BERBAGI UNTUK KEBAIKAN"



Judul asli : Amalia Rezeki Prihatin Nasib Bekantan 
sumber : Tribunnews

Bekantan Eco Tours

BEKANTAN ECO TOURS is a licensed tour guide under the SBI foundation, based in South Kalimantan. Our business accepts conservation principles and we work hard to support the Bekantan Conservation Program and to promote environmental understanding in our communities. Our advantage to be donated to the preservation of the bekantan.

Trip - Bekantan Islands and Bekantan Rescue Center. Start from Banjarmasin by speed boat - 150 USD for max 5 person.

1. 08.00 - 12.00 Am
2. 14.00 - 18.00 Pm

we can see wild bekantan (Proboscis monkey) living on the island along the Barito river as well as the local wisdom of banjar people on the edge of the river.
if lucky we can watch the sunset.

we can also see how the rescue effort bekantan in the Bekantan Rescue Center.





Buku Profil Sahabat Bekantan Indonesia